Categories

Abu Nawas dan Musafir

Bookmark and Share
Alkisah dahulu kala, ada seorang musafir yang sedang berjalan di tengah pasar. Sang musafir merasa sangat lapar, namun hanya sebungkus nasi putih yang ia miliki saat itu.

Akhirnya, ditemuilah seorang penjual sate di pasar tersebut. Ia berhenti sejenak. Ia merasakan bahwa asap yang ditimbulkan oleh pembakaran sate tersebut sangatlah menggoda selera makannya. Dikeluarkanlah sebungkus nasi putih yang dimilikinya itu. Makanlah ia ditengah kepulan asap sate.

Setelah sang musafir menyelesaikan makannya, tiba-tiba si penjual sate itu meminta uang kepadanya, karena ia sudah makan dengan asap sate dari dagangan si penjual sate.
Musafir :”Mengapa saya harus membayar?”
Penjual :”Ya, karna kamu telah makan dengan asap sate
saya”
Musafir :”Tapi Anda kan tidak menjual asap sate itu”
Penjual :”Tapi Anda telah menikmati asap sate saya”

Disaat mereka sedang berdebat, melintaslah si Abu Nawas yang sudah terkenal cerdik dalam menyelesaikan permasalahan seperti ini. Diceritakanlah kejadian tersebut. Setelah berfikir sejenak tiba-tiba Abu Nawas mengeluarkan sejumlah uang yang diminta si penjual sate. Kemudian ia mengibas-ngibaskan uang tersebut kepada si penjual sate sampai tercium bau uang itu. Kemudian ia berkata :
Abu Nawas :”Sudah Anda cium bau uang ini?”
Penjual :”Ya, sudah”
Abu Nawas :”Kalau begitu Anda boleh pergi wahai musafir”
Penjual :”Kenapa begitu?”
Abu Nawas :”Karna ia hanya menikmati asap sate Anda, maka
iapun hanya membayar Anda dengan bau dari uang
yang Anda minta itu.”

Abu Nawas berlalu begitu saja…

huah…

satu jempol dech buat aBu hehe…

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar