Categories

3 Definisi manusia Cerdas

Bookmark and Share
Cerdas 1
Orang cerdas memahami konsekuensi setiap jawaban dan menemukan
bahwa di balik sebuah jawaban tersembunyi beberapa pertanyaan baru.
Pertanyaan baru tersebut memiliki pasangan sejumlah jawaban yang kembali
akan membawa pertanyaan baru dalam deretan eksponensial. Sehingga mereka
yang benar-benar cerdas kebanyakan rendah hati, sebab mereka gamang pada akibat dari sebuah jawaban.

Konsekuensi-konsekuensi itu mereka temui dalam jalur-jalur seperti labirin,
jalur yang jauh menjalar-jalar, jalur yang tak dikenal di lokus-lokus antah berantah, tiada berujung.
Mereka mengarungi jalur pemikiran ini, tersesat di jauh di dalamnya, sendirian.

Godaan-godaan besar bersemayam di dalam kepala orang-orang cerdas.
Di dalamnya gaduh karena penuh dengan skeptisisme. Jika mereka mahasiswa,
setiap menyerahkan tugas kepada dosen, mereka selalu merasa tidak puas,
selalu merasa bisa berbuat lebih baik dari apa yang telah mereka presentasikan.
Bahkan ketika mendapat nilai A plus tertinggi, mereka masih saja mengutuki dirinya sepanjang malam.

Orang cerdas berdiri di dalam gelap, sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain.
Mereka yang tak dipahami oleh lingkungannya, terperangkap dalam kegelapan itu. Semakin cerdas,
semakin terkucil, semakin aneh mereka. Kita menyebut mereka: orang-orang yang sulit.

Orang-orang sulit ini tak berteman, dan mereka berteriak putus asa memohon pengertian.
Ditambah sedikit saja dengan sikap introvert, maka orang-orang cerdas semacam ini tak jarang berakhir
di sebuah kamar dengan perabot berwarna teduh dan musik klasik yang terdengar lamat-lamat,
itulah ruang terapi kejiwaan. Sebagian dari mereka amat menderita.

Cerdas 2
Ini definisi cerdas versi Islam yang ditulis di: anugasmg.blogspot.com.
Diceritakan, seorang sahabat pernah bertanya: Siapakah orang yang paling cerdas yaa Rasul?
Rasul menjawab: Orang yang paling cerdas yaitu orang yang paling banyak mengingat mati,
dan yang paling siap untuk mati. Kenapa demikian?

Nah, menurut definisi ini cerdas itu nggak ribet-ribet amat bukan?
Menjadi orang cerdas, cukup dengan mengingat kematian. Sebab dengan mengingat kematian,
maka orang akan senantiasa mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya.
Berbuat baik, beramal sholeh dan beribadah dengan amat sempurna.
Karena dia sadar bahwa segala tujuan kehidupan ini adalah bermuara di Akhirat.
Dan karena pada dasarnya kita semua hanyalah sekumpulan manusia yang antri di pintu kematian.

Tentu kita semua pasti selalu mengingat kematian, cuman masalahnya banyak di antara kita
yang belum siap mati kan...? Jadi, sudah cerdaskah kita?

Cerdas 3
Berikut ini adalah definisi tentang cerdas yang banyak dipakai, termasuk di sekolah-sekolah,
yaitu teori cerdas Binet yang dipopulerkan oleh pakar psikologi Prancis Alfred Binet yang
menciptakan tes IQ pada awal abad ke-20. Predikat cerdas pada seseorang dibatasi dengan
sangat ketat oleh tes IQ, sebuah tes yang mengukur tingkat kecerdasan seseorang dan menghasilkan
angka kecerdasan.

Banyak pihak sebenarnya ragu bahwa test IQ cukup layak untuk mengukur dan meramalkan kinerja dan
prestasi sekolah seorang siswa. Meskipun begitu, sampai saat ini sekolah masih mengadopsi aliran
pemikiran Binet dalam mengukur keberhasilan siswa dalam belajar. Hal itu tampak jelas kalau kita melihat
materi UN saat ini, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan matematika yang hanya mewakili kecerdasan
berbahasa serta matematis-logis, sama seperti halnya juga test IQ.

Padahal kita tahu, bahwa mata pelajaran yang diajarkan di sekolah tidak hanya itu. Ada olah raga, kesenian,
geografi, agama, sejarah, dan lain-lain. Mengapa tidak semua mata pelajaran yang menjadi penentu kelulusan?
(disarikan dari: merekonstruksi makna cerdas di: my.opera.com/madrasah-keluarga/blog)

Nah, kalau pake definisi ini, pasti banyak di antara kita yang tidak cerdas, bahkan teramat banyak.
Bayangkan aja, ada berapa jumlah kelas di sekolah di seluruh indonesia. Sementara yang dianggap cerdas
biasanya hanya siswa yang juara 1 - 3, atau pakai yang moderat juara 1 - 10. Berarti mayoritas tidak cerdas,
iya kan?

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar